Merayakan Jazz Hingga Lereng Gunung Bag14

Pada 2014, saat memasuki arena, penonton diajak memasuki lorong yang cukup panjang sebelum sampai di panggung. Lorong itu seperti pengantar imajiner untuk memasuki sebuah dunia lain di luar bayangan mereka. Pada 2015, jalan masuk dibuat melingkar sehingga harus melewati persawahan hanya dengan panduan obor kecil di sepanjang jalan setapak.

”Kita ingin mereka bisa melepaskan diri dari bayangan pertanyaan, apa itu jazz,” ujar Anom. Pada tahun itu konsep panggung terbuka juga didominasi material bambu sebagai latar dan aksesori arena. Konsep itu berubah lagi pada tahun ini. Kehadiran pengunjung langsung disambut dengan latarpersawahan. Panggung Giri, sebagai panggung utama, dihiasi anyaman jerami dan padi dengan latar belakang video mapping mengenai alam Bali.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *