Kinerja Polri Paling Buruk

Survei terbaru Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia menyatakan kinerja Kepolisian Republik Indonesia paling buruk di antara belasan lembaga lainnya. Peneliti Pusat Penelitian Politik LIPI, Muhamad Haripin, mengatakan kinerja Polri hanya berada pada angka 13,1 persen atau setara dengan kinerja partai politik.

“Berdasarkan penuturan ahli, kinerja buruk Polri disebabkan tindakan represif, tidak profesional, dan penyalahgunaan wewenang dalam menjalankan tugasnya,” kata dia kepada Tempo, kemarin. Haripin menjabarkan, para ahli yang menjadi responden survei mengungkapkan masih banyak praktik buruk di tubuh kepolisian. Misalnya, pungutan liar di sejumlah daerah, kekerasan dalam penanganan unjuk rasa, intimidasi terhadap jurnalis, hingga dugaan korupsi aparat.

Padahal penyelewengan tersebut jelas bertentangan dengan tugas kepolisian sebagai institusi penegak hukum dan penjaga ketertiban umum. Pekan lalu, LIPI melansir survei terbarunya terhadap 13 kinerja lembaga. Jajak pendapat yang dilakukan melibatkan 145 ahli. Hasil wawancara terhadap ratusan ahli yang tersebar di 11 provinsi menyatakan Komisi Pemberantasan Korupsi menjadi lembaga yang memiliki kinerja terbaik.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *