Kayu Legal untuk Bumi “Hijau”

Alhasil, para produsen pendaftar SVLK harus menggunakan kayu-kayu legal berkualitas—baik berasal dari hutan negara atapun hutan hak—bukan produk yang berasal dari kayu sitaan, atau penebangan liar. Kelak, para produsen tersebut akan mendapatkan Sertifkat Legalitas Kayu (S-LK) jika memenuhi SVLK yang dilakukan dalam beberapa tahap. Anda bisa mengenali produk-produk kayu yang telah lolos SVLK dengan logo V-Legal, yang dikeluarkan langsung oleh Kementrian Kehutanan.

Masih Ada Kelemahan Sayangnya, sistem verifkasi yang telah berlangsung selama 8 tahun ini memiliki banyak kelemahan. Dilansir dari situs resmi World Wide Foundation (WWF) Indonesia, ternyata Koalisi Anti Mafa Hutan telah menemukan beragam kekurangan pada regulasi, pelaksanaan, hingga lembaga sertifkasi.

Contohnya, peraturan yang selalu berubah dari tahun ke tahun, hingga kualitas kriteria dan indikator kayu legal semakin rendah. Di luar semua kekurangan tersebut, SVLK tak hanya mempermudah jalan para produsen—yang kebanyakan merupakan pengusaha furnitur kayu—untuk memperdagangkan produknya di kancah dunia. Setidaknya, sertifkat ini menjadi salah satu usaha untuk mengembalikan “hijau”nya bumi.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *