Menghambat aliran darah. Menggendong terlalu lama dalam posisi berdiri bisa membuat aliran darah balik menuju jantung terganggu. Akibatnya, darah yang dipompa dari jantung ke seluruh tubuh juga akan berkurang, termasuk aliran darah menuju janin. Artinya, berkurangnya aliran darah ke janin, maka berkurang juga asupan oksigen dan nutrisi untuk janin. Untuk mama sendiri, sering terganggunya aliran darah balik berpotensi mengalami varises.

Baca juga : Beasiswa d3 ke S1 Luar Negeri

Kelainan letak pada bayi. Seringnya menggendong batita saat kehamilan sudah semakin besar, khususnya saat memasuki trimester ketiga, bisa menyebabkan kelainan letak pada bayi. Misalnya, bayi menjadi sungsang atau melintang. Saat mamil menggendong batita dalam posisi yang sama terus-menerus sehingga menyebabkan penekanan yang tetap pada daerah tertentu di perut, janin bisa menyesuaikan diri dengan mengubah posisinya.

Walau kecil, ada kemungkinan preeklamsia. Menurut situs babycenter, beberapa studi menunjukkan, sering mengangkat benda berat atau melakukan pekerjaan yang membutuhkan kerja fisik, dapat meningkatkan risiko keguguran atau bayi berat lahir rendah. Studi lain menemukan, mengangkat seberat 9 kg atau lebih selama awal kehamilan dapat dikaitkan dengan risiko preeklamsia.

Boleh gendong asalkan

Bolehboleh saja menggendong batita atau mengangkat barang agak berat, selama mama menaati rambu-rambunya. Walau tak ada batasan khusus berapa berat batita atau barang yang boleh diangkat oleh mamil, sebaiknya tak memaksakan diri seringan apa pun bebannya. Mau 2 kg atau 4 kg, bila mama sudah merasa keberatan untuk menggendong, sebaiknya hindari, terlebih bila perut sudah semakin besar. 8ntuk keamanan mama dan janin, berat maksimal dari batita yang boleh digendong atau barang yang diangkat ialah 5-6 kg.

Dengan kata lain, bila anak sudah mencapai usia 1 tahun, sebaiknya tak membiasakan anak untuk digendong terus, kecuali dalam kondisi darurat, seperti anak sakit atau mengalami cedera, yang membuatnya tak bisa berjalan sendiri. Bila si kakak tetap memaksa digendong mama, perbolehkan, namun sebentar saja, tidak lebih dari 5 menit. Hindari pula menggendong untuk jarak yang terlalu jauh. Gendong di samping kanan atau kiri pinggang, dengan posisi kaki batita melingkari pinggang mama.

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *