Anak sukar mengekspresikan perasaan

Ibu mayke, saya perhatikan anak lelaki saya (2,5) lebih suka bermain pasel sendiri dibandingkan bermain bersama teman-temannya. Masih normalkah, sikap seperti itu? Lalu anak saya cenderung menahan tangisnya saat tak sengaja saya marah kepadanya. Saat saya peluk dan minta maaf, ia hanya diam saja. Apa yang harus saya lakukan untuk memperbaiki kesalahan saya ini? Apakah kelak ia membenci saya? Mohon bantuan jawabannya. Terima kasih. Hani rufaidah – jakarta.

Baca juga : kursus bahasa Jerman di Jakarta

Anak usia 2,5 tahun cenderung masih bermain sendiri, kadang kala mereka terdiam mengamati apa yang dilakukan anak lain. Pada usia 3-4 tahun walaupun anak sedang ada bersama dengan teman sebaya lainnya, ke bersamaan mereka lebih banyak diwarnai dengan bermain paralel dan bermain asosiatif. Jadi masih wajar di usianya yang 2,5 tahun si kecil cenderung bermain sendiri, yang penting dia tidak menolak ketika ada sekelompok teman sebaya di sekelilingnya. Hani mengamati bahwa anak menahan tangis ketika dimarahi ibunya. Menurut dugaan saya, dia tergolong anak yang sensitif dan lebih suka memendam perasaannya.

Kalau dugaan saya benar bahwa si kecil cenderung memendam perasaannya, kurang ekspresif , maka diperlukan penanganan yang lebih hati-hati pada anak ini. Latihlah agar dia lebih ekspresif dengan cara mencoba mengungkapkan apa yang dia rasakan. Misalnya, “Boboy takut dimarahi Ibu?”; “Sebenernya pengin nangis keras tapi takut?”; “Boboy ngantuk jadi nggak pengin main?” Diharapkan lambat laun anak belajar mengenali apa yang dia rasakan, inginkan, dan belajar mengekspresikan dirinya melalui kata-kata.

Bersikaplah lebih sabar dan bijaksana menghadapi si kecil. Jangan mudah terpan cing dan mengumbar emosi bila sedang marah pada anak. Dia belum mengerti perbuatan apa yang membuat ibunya marah. Jadi, lebih baik nyatakan pada anak, “Ibu marah karena Boboy nggak mau makan”; Ibu sedih karena Boboy nangis”; “Boboy lagi sakit, Ibu bantu obatin ya”. Untuk memperbaiki hubungan dengan si kecil, ajaklah berkomunikasi. Dudukkan dia di pangkuan, ajak bermain tepuk tangan, cilukba, bernyanyi, berpantun, bercanda sambil menggelitik perutnya. Melalui kegiatan bermain bersama ibunya, dia akan merasakan kebahagiaan. Salam sukses.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *