Andry (4) meringis. Kedua tangan- nya tak lepas memegangi perutnya. Ternyata perut sang bocah kem- bung. Kembung, selain membuat perut tampak membuncit, juga menimbulkan rasa tak nyaman pada perut, bahkan dada. Dalam bahasa kedokteran, perut kembung diistilahkan sebagai meteorismus.

Baca juga : Beasiswa S1 Jerman Full

Kembung terjadi lantaran volume gas/udara yang berlebihan di dalam perut, sehingga mendesak diafragma yang membatasi rongga perut dengan rongga dada. KENALI 5 PEMICU Ada beberapa hal yang memengaruhi terjadinya perut kembung: ¦ Banyak udara yang tertelan. Bisa terjadi lantaran anak banyak menangis, terlalu banyak bicara, batuk, bahkan tertawa. Minum melalui dot/sedotan, makan terburu-buru atau sambil tidur juga dapat memicu perut kembung. Begitu juga kurang buang angin/kentut dan sendawa, karena gas di dalam perut tidak bisa keluar. ¦

Konsumsi makanan pembentuk gas. Makanan pembentuk gas/fl atugenik, seperti keju, umbi-umbian, sawi, dan lainnya, berisiko memicu perut kembung. ¦ Sembelit atau pascadiare. Anak yang mengalami sembelit pun bisa mengalami perut kembung. Sama halnya saat usai mengalami diare, karena peristaltik usus melemah akibat kekurangan elektrolit. ¦ Pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan. Anak dengan masalah pencernaan dan penyerapan makanan bisa mengalami infeksi yang menyebabkan pertumbuhan bakteri usus yang berlebihan.

Karena fermentasi makanan yang tidak diserap oleh bakteri usus tersebut, terjadilah pembentukan gas yang membuat perut kembung. ¦ Masalah ginjal dan saluran cerna. Adanya masalah pada ginjal atau saluan cerna juga bisa membuat perut kembung. Gangguan sumbatan usus, misalnya, dapat menghalangi pengeluaran gas melalui anus, akibatnya anak selalu merasa kembung. Jika si kecil mengalami kasus-kasus seperti ini, konsultasikan pada dokter. Tenaga medis akan melakukan pemeriksaan untuk melihat apakah terdapat kelainan yang memerlukan pembedahan atau tindakan lanjutan lainnya. UPAYAKAN BUANG GAS Karena perut kembung terjadi akibat adanya kelebihan gas di dalam usus, penanganannya pun terkait dengan upaya mengeluarkan gas yang berlebih tersebut. Cara-cara ini bisa dilakukan: ¦

Upayakan sendawa atau kentut. Bantu si kecil untuk bisa bersendawa atau kentut. Minta ia untuk duduk atau berbaring dengan posisi telungkup agar perut tertekan. Upayakan po- sisi yang nyaman, sehingga anak berhasil mengeluarkan gas dari dalam perutnya. ¦ Pijat lembut. Mama dapat memberikan pijatan lembut dan perlahan pada beberapa area tubuh anak. Di sekitar perut, punggung, dan dada, umpamanya. Selain pijatan, tepukan pelan dan lembut di bagian punggung juga dapat membantu memancing timbulnya sendawa atau buang angin. ¦

Sumber : https://ausbildung.co.id/

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *